Pelangi99 - Letusan freaktif yang terjadi terus-menerus di Gunung Agung membuat warga di sekitar kawasan gunung itu mengungsi. Tak terkecuali di Desa Sebudi. (26/11/2017) di lokasi, suasana di desa tersebut sudah sunyi. Tak ada kendaraan yang hilir mudik. Bahkan, ada kendaraan yang dibiarkan terparkir di dekat rumah.
Sementara itu, di rumah penduduk juga sudah banyak menghidupkan lampu depannya, walaupun hari masih siang. Namun, pagar rumah sudah ditutup. Hanya anjing yang dibiarkan ada.
Di sekitar Desa Sebudi juga masih terlihat daun-daun yang terkena abu vulkanik Gunung Agung. Salah seorang warga yang sempat melihat keadaan rumahnya membenarkan para penduduk sudah meninggalkan kediaman mereka.
"Ini mau ngambil sesuatu dulu di rumah. Iya memang, sudah ngungsi dari jam 01.00 Wita (Minggu dini hari) tadi. Pada takut, soalnya hujan abu tipis-tipis," ucap Wayan Simpen di lokasi.
Dia pun menyebut, warga menyebar untuk mengungsi. Warga tidak hanya di satu titik.
"Nyebar, Pak. Saya di Tebula, ada juga yang di Klungkung. Kalau punya saudara di Singaraja, di sana mereka," tutur Wayan Simpen.
Sementara itu, di desa dekat Sebudi, seperti Desa Pakraman Selat, kemudian Amerta Buana, juga terlihat sedang bersiap-siap mengungsi. Ada yang memindahkan barangnya ke dalam truk. Ada juga yang menggunakan kendaraan pribadi mereka.
Gunung Agung terus mengalami erupsi sejak erupsi freatik pertama pada Sabtu (25 November 2017) pukul 17.30 Wita. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, erupsi terakhir terjadi Minggu (26/11/2017).

No comments:
Post a Comment